"Yuk makan dulu!"
Sebuah suara merdu menyuruh saya untuk memakan nasi goreng yang
telah mengepul di depan kami. Saya sedang duduk di sebuah ruang makan
nyaman bersama dengan 3 wanita cantik berbeda generasi.
Sebuah raket merah penyetrum nyamuk diayunkan oleh wanita yang paling dewasa, "Banyak nyamuk!" Ucapnya senewen.
Saya tersenyum. Rasanya seperti di rumah sendiri. Padahal saya duduk
di meja makan seorang legenda Indonesia. Saya sedang makan malam dengan
Titiek Puspa! Dan kedua wanita cantik lainnya adalah Petty, sang anak dan Yayas, cucu perempuan tersayang.
The Miraculous Journey
"Mbak Ollie! Thank you for coming!" Salam ramah dari Mas Arif, wakil
redaktur majalah Prodo, menggugah saya kembali ke tempat saya berdiri,
setelah sempat mengingat kembali saat-saat istimewa dimana saya
berkesempatan makan malam bersama keluarga sang legenda beberapa waktu
yang lalu.
Senin, tanggal 10 Maret 2008, saya diundang oleh Prodo untuk menghadiri acara launching buku biografi Titiek Puspa berjudul A Legendary Diva yang ditulis oleh Editor in Chief Majalah Prodo, Alberthiene Endah. Thank you very much for having me

Kesan yang saya dapat begitu memasuki tempat acara adalah, ini
semua, Titiek Puspa banget. Semua terlihat glamour, elegan, fresh dan
purple
She loves purple. Even her book cover using the color purple!
Saya datang dengan mama, just thought that this event will suit her.
Kita makan dan menonton selebriti yang seliweran lewat di depan mata.
Sampai akhirnya diperbolehkan masuk ke tempat acara.
Meja-meja bundar diatur memenuhi ruangan. Saya bergegas ke sebuah
meja no. 25 sesuai undangan. Saya mulai duduk di situ sambil membaca
majalah Prodo dari goody bag yang diberikan. Tiba-tiba seseorang
mengambil tempat di sebelah mama. Ia tersenyum ramah pada kami. Itu Udjo dari Project Pop.
Seorang bapak juga datang ke meja kami dan duduk di sebelah saya. Ia
langsung bercerita panjang tentang perjalanannya dari Bandung ke
Jakarta yang sangat challenging karena hujan lebat. Tiba-tiba kita
semua seperti teman lama. Oh, by the way, bapak itu adalah sutradara
senior Slamet Rahardjo. Dan gimana rasanya duduk semeja sama selebriti-selebriti? Priceless
The Book Launching
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya acara dimulai. Becky Tumewu
tampil cantik malam itu dan membawakan acara dengan baik. Pak Gubernur
Jakarta, Fauzi Bowo, membuka acara dengan susah payah karena sedang
sakit dan suaranya habis. Kasihan juga ya. Tapi dengan kedatangannya
itu menunjukkan bagaimana Titiek Puspa dihormati dan disayangi oleh
semua kalangan. Termasuk saya yang sejak siang juga sudah dilanda
migraine hebat tapi berusaha tetap datang ke acara (loh kok
nyama-nyamain ama Gubernur hehe).
Setelah Pak Fauzi Bowo selesai membuka Acara, Pinkan Mambo muncul di panggung dan menyanyikan lagu Si Hitam.
Seperti biasa, gayanya centil dan segar. ‘Loncat’ kesana kemari kayak
bola bekel. Lincah banget. Performance dilanjutkan oleh Acil Bimbo. Duh
suaranya merdu sekali menyanyikan Sendiri dan Adinda.
Prosesi peluncuran bukunya sendiri dimulai dengan gendang yang
dipukul bersahut-sahutan. Kemudian dalam gerakan slow motion, sebuah
layar yang dibentuk seukuran buku raksasa keluar dari balik layar.
Ternyata, bukunya benar-benar ‘diluncurkan’ dalam arti sebenarnya
Great concept
Mbak Alberthiene Endah memaparkan sebagian isi buku. Kami memandangi slideshow
yang bergantian menampilkan foto-foto Titiek Puspa semasa muda hingga
saat ini. Saya teliti wajah muda penuh semangat di wajah Titiek Puspa
dan saya lihat wajahnya sekarang. Tidak banyak berubah, semangat, jiwa
muda dan wajah cantik itu masih disitu. Lengkap dengan wisdom dan keikhlasan dalam menempuh hidup, yang semakin terpancar. Eyang Titiek Puspa memang istimewa sekali.

Tak lama, sang legenda keluar untuk menyambut tamu-tamunya dengan menyanyikan lagu Chandra Buana.
She looks great in her gown. Selesai nyanyi, Titiek Puspa langsung
menyapa tamu-tamunya dengan gayanya yang kocak dan segar. Benar-benar
entertainer sejati.
Kejutan
Di daftar acara tidak ada wajah atau nama dari bapak yang satu ini.
Titiek Puspa memanggilnya "Dik". Dan hampir semua orang tertawa
mendengarnya. Kenapa? Karena yang dipanggil "Dik" adalah tak lain dan
tak bukan adalah Jenderal Wiranto. Tak disangka, "Dik" Wiranto mulai
melafalkan sajak dari Kahlil Gibran tentang cinta. Itu nggak pake teks
lagi alias dihapal. Ya ampun. Bingung deh. Kok bisa gitu ya hehehe.
Nggak nyangka aja.

Yang tambah bikin shock adalah pas Pak Wiranto mulai menyanyikan lagu Cinta,
disertai background bunga-bunga berbentuk hati di belakangnya. Awalnya
shock karena nggak percaya. Yang kedua shock karena, OMG, suaranya Pak
Wiranto itu bagus banget. Applause paling kenceng of the night adalah
pas performance-nya Pak Wiranto malah. Benar-benar nice surprise
Bing
Grace Simon muncul dipanggung dan menyanyikan lagu Bimbi yang
sangat terkenal itu. Sedikit kesalahan teknis terjadi saat microphone
milik Grace tidak mengeluarkan suara. Ini adalah mimpi buruk setiap
penyanyi. Untungnya segera ada yang mengganti microphone-nya, dan Grace
pun menyanyi kembali seperti tidak ada yang terjadi. Salut deh. Kalo
ini terjadi sama penyanyi pemula, mungkin udah pingsan hehe.
Setelah lagu Bimbi selesai, Titiek Puspa keluar lagi ke panggung dan berduet dengan Grace untuk menyanyikan lagu Bing.

Lagu Bing yang sangat mengharukan ini dibuat saat Almarhum
Bing Slamet yang bersahabat dengan Titiek Puspa meninggal dunia. Di
sela airmata dan kesedihan yang tak tertahankan, Titiek Puspa
menuliskan ratapan hatinya ke sebuah disposal bag di dalam pesawat. Lirik dan melodi lagu Bing pun jadi saat itu juga. Penuh penghayatan dan kesedihan yang menyayat hati.
Penghujung Malam
Vina Panduwinata dan Titi Dj malam itu pun berhasil memukau penonton. Masing-masing menyanyikan lagu Cinta Putih dan Gadis.
Acara diakhiri dengan penampilan dari 3 T, Titi Kamal, Titi Dj dan Titiek Puspa. Mereka menyanyikan lagu Dansa Yuk Dansa.
"Titi Kamal kan nggak pernah nyanyi?" Bisik mama.
"Mendadak dangdut, ma!" Dan itu cukup untuk mengingatkan mama bahwa Titi Kamal memang pernah menyanyi.
Anyway, saya nggak akan pernah bisa menilai Titi Kamal dengan fair,
karena cemburu dengan wajah cantiknya dan tentu saja iri dengan
pacarnya yang luar biasa ganteng, Christian Sugiono. (hehe)
Pulang

Acara berakhir dengan keluarnya seluruh artis pada malam itu ke
panggung. Saya bergegas keluar karena malam sudah semakin larut. Di
pintu keluar, dibagikan buku biografi Titiek Puspa "A Legendary Diva"
dengan sampul Hard Cover.
Congratulations untuk Eyang Titiek Puspa dan Mbak Alberthiene Endah.
Terimakasih untuk acara peluncuran buku yang spektakuler dan buku yang
luar biasa ini.
Saya belum baca bukunya, tapi saya tahu, saya akan menikmati dan belajar banyak dari setiap halaman buku ini.
Anda juga berminat belajar dari Titiek Puspa? Pre-order bukunya, hanya di Kutukutubuku.com